Simbiosis Mutualisme di Acara Business Networking Bandung Sebetulnya
kalau berbicara tentang bakat, saya merasa bakat saya memang di bidang
bahasa. Zaman SMA dulu senang sekali mempelajari bahasa. Nilai bahasa
Inggris juga paling gede di NEM, sayangnya waktu itu saya tidak begitu
menyadari hal itu. Jadinya pas kuliah enggak mengambil jurusan bahasa
atau sastra. Begitu lulus kuliah baru merasa penting bahasa Inggris,
jadi sambil kerja les bahasa Inggris sampai tingkat advance dan selalu meraih predikat best student..ehmmm..
xixixi.. *nostalgia masa lalu. Sempat juga kursus bahasa Arab, terus
di SMA juga belajar bahasa Prancis dua tahun... tapi gitu deh semuanya
menguap karena tidak dipakai ..hihi...
Sekarang baru sadar penting banget bahasa asing itu, makanya saya
berharap kepada anak-anak agar belajar bahasa asing dengan serius,
karena akan sangat bermanfaat. Untungnya bakat bahasaku turun ke
beberapa anak terutama ke Si Sulung yang sempat dapat NEM sempurna untuk
Bahasa Inggrisnya. Dan saat wawancara untuk bea siswa kuliah di LN juga
memakai Bahasa Inggris.
Ketika menjadi ibu rumah tangga biasa juga ternyata ilmu yang terpakai adalah bahasa, bisa nemenin kaka cas cis cus persiapan
wawancara. Alhamdulillah akhirnya bisa keterima kuliah dengan bea
siswa di Luar Negeri. Sementara jurusan akuntansi jurusan yang saya
ambil tidak begitu banyak bisa dimanfaatkan. Teman-teman yang dari
jurusan sastra walau jadi ibu rumah tangga tapi masih bisa memanfaatkan
ilmunya untuk menambah penghasilan dengan memanfaatkan jasa terjemah
atau memberikan les bahasa misalnya. Jelas sekali ya...fasih berbahasa
asing itu bermanfaat...
Terlebih lagi sekarang saat dunia sudah menjadi seperti tanpa batas,
kemampuan bahasa asing memang sangat diperlukan. Adanya MEA, AFTA,
pasar global yang membuat kita berinteraksi langsung dengan bangsa lain
hingga harus bisa menggunakan bahasa mereka. Kemampuan berbahasa asing
yang mumpuni amat sangat dibutuhkan.
Eh kenapa ya tiba-tiba menulis panjang kali lebar tentang pentingnya
bahasa asing? Hihi.. Awalnya sih karena saya menghadiri acara Gathering
Business Networking Bandung (BnB) yang digelar oleh Altissia. Acara
ini berlangsung pada hari Kamis 10 Agustus 2017 ini digelar di Hotel
Hilton Jalan HOS TJokroaminoto Pasir Kaliki Bandung. Nah sepulang dari
acara itu saya jadi semangat kembali mempelajari bahasa asing lho.. Jadi
serasa diingatkan kembali akan pentingnya kemampuan berbahasa asing ini
terlebih untuk masa sekarang.
O ya Altissia adalah sebuah grup platform pembelajaraan bahasa asing
yang berbasis di University Campus Louvain-la Neuve Belgia. Sebuah grup
belajar bahasa asing yang sudah menyebar di berbagai negara di Eropa,
Afrika Utara, Timur Tengah, Amerika Selatan dan juga di Indonesia. Nah
secara rutin Altissia ini mengadakan event BnB yang memiliki tujuan
menjembatani para pebinis di dalam maupun di luar negeri. Diharapkan
melalui acara ini para pebisnis tersebut dapat saling bersinergi berbagi
pengetahuan dan wawasan mengenai bisnis masing-masing lalu kemudian
bersimbiosis mutualisme diantara mereka. Tentu saja acara ini juga
menjadi sarana bagi para pesertanya untuk berkomunikasi dalam bahasa
asing.
Altissia memiliki misi memberikan pelajaran bahasa asing yang
disesuaikan dengan tingkat serta target masing-masing pelanggannya.
Altissia membagi pelanggannya menjadi empat katagori yaitu individu dan
profesional, perusahaan kecil menengah dan besar, sektor akademik serta
institusi. Metode pengajaran Altissia dibangun di seputar platform
e-learning untuk mempelajari 6 bahasa yaitu: Inggris, Spanyol, Prancis,
Jerman, Belanda dan Italia. Pelanggan tinggal memilih bahasa yang ingin
mereka pelajari. Pembelajaran ini mencakup semua tingkat kelancaran
dari pemula sampai tingkat lanjut.
Jadi ingat ketika kursus bahasa Inggris di sebuah lembaga dulu, setiap
hari Sabtu diadakan acara kumpul-kumpul semua peserta kursus. Acara ini
menjadi sarana kita mempraktekan bahasa Inggris kita dengan sesama
teman kita. Nah begitulah dengan BnB sepertinya seperti itu juga,
selain bersimbiosis mutualisme dalam hal bisnis, juga merupakan sebuah
wadah yang dibuat Altassia untuk mereka yang ingin memperlancar bahasa
Inggrisnya. Hmmm langkah yang cerdas ya... Sekali mendayung, dua tiga
pulau terlampaui.
Pada acara gathering yang saya ikuti itu Patrick Loge selaku Managing
Director Altissia menyampaikan sambutannya. Memilih Bandung sebagai
tempat penyelenggaraan event ini karena Bandung merupakan kota besar di
Indonesia yang sedang berkembang pesat dan banyak menciptakan
peluang-peluang yang diyakini akan menciptakan hal yang luar biasa di
masa yang akan datang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar